Monday, July 30, 2007

Yuk, pecahin keramik hanya dengan pakai bolam lampu!!


BAGAIMANA MUNGKIN BOLA LAMPU LEBIH KUAT DARI KERAMIK ???
Braaak!!! Tiba-tiba pada peserta pelatihan tercengang karena mendengar dan melihat sebuah keramik pecah karena dijatuhi oleh sebuah bola lampu pijar. Secara logika bila bola lampu dijatuhkan pada keramik di ketinggian kira-kira 1,5 meter maka bola lampunya yang akan pecah. Demikianlah para peserta pelatihan baik dari Suara Merdeka maupun Hotel Ciputra langsung penasaran dan bertanya-tanya bagaimana kejadian tersebut mungkin terjadi. Hanya dengan memprogram pikiran untuk membayangkan bahwa bola lampu itu dianggap sebagai sebuah batu, maka ketika bola lampu tersebut dijatuhkan, keramiknyalah yang pecah. Ajaib? Mistik? Tidak, karena itulah memang kinerja pikiran.
Selanjutnya terbahas, bahwa ada beberapa karakter pikiran sehingga kejadian diatas dapat dijelaskan secara logis. Penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Pikiran tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan
Coba saja amati, beberapa waktu yang lalu, ketika masih ada tontongan-tontonan di televisi seperti Dunia Lain, Percaya Nggak Percaya, dan sebagainya, beberapa diantara kita mulai mempunyai rasa takut ketika akan ke toilet di malam hari. Padahal toilet di rumah yang kita tinggali bertahun-tahun sebelumnya biasanya juga tidak menakutkan, namun entah mengapa malam itu setelah kita menonton tayangan seperti itu, kita jadi takut. Padahal hantunya juga tidak ada, namun rasa takut ini memproses kerja otak sehingga otak didominasi oleh “rasa” yang tidak melihat lagi kenyataaan seperti apa dan muncullah rasa takut yang sebenarnya tidak beralasan. Demikianlah kerja pikiran kita, informasi apapun yang kita kirim ke otak, dia tidak akan membedakan antara nyata dan tidak nyata.
2. Cara kerja pikiran adalah bahasa visual
Pembaca, misalnya saya minta anda membayangkan sebuah buah jeruk,saya yakin yang terlintas dalam benak anda pastilah sebuah “buah jeruk”, bukan tulisan “j - e - r - u - k”, demikian kinerja pikiran kita dapat dijelaskan secara sederhana, ia bekerja secara visual. Artinya, ketika kita membayangkan sesuatu, maka gambaran-gambaran benda yang kita ciptakan akan langsung melekat dengan kuat. Cara inilah yang seringkali digunakan untuk melatih atlit-atlit, mereka diminta untuk memvisalisasikan atau membayangkan bagaimana mereka mampu mencapai kemenangan dan membayangkan ketika mereka naik ke podium untuk menerima medali. Hal ini digunakan untuk menciptakan keyakinan bahwa hal kemenangan sudah di depan mata sehingga mereka merasa sanagt yakin.
3. Tubuh bekerja mengikuti pikiran
Pernah kita berkata “Aduh badanku kok rasanya ga’ enak gini ya… sepertinya mau sakit” ternyata benar sesaat kemudian tubuh kita mulai demam dan sebagainya. Namun di kesempatan lain, misalnya kita sedang menunggui kerabat atau anak kita yang sedang di opname di rumah sakit, saat itu kita rasanya sanggup begadang berhari-hari tanpa sakit. Nah hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya tubuh kita akan bereaksi sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan rasakan.
Dengan demikian bukan menjadi hal yang aneh lagi setelah kita membaca penjelasan di atas. Memecahkan keramik hanyalah sebuah simulasi begaimana pikiran manusia bekerja, ketika kita membayangkan bahwa bola lampu pijar itu hanya sebuah batu, pikiran kita mengikutinya dan memvisualkan seakan-akan bola lampu pijar ini benar-benar sebuah batu, sehingga pecahlah keramik itu.
Buat Anda yang masih penasaran, silahkan mencoba di rumah, namun jika anda masih ragu-ragu akan hal ini, anda bisa menghubungi SLC untuk bersama-sama melakukan percobaan ini. Dan yang lebih penting lagi bukanlah keramik yang pecah, namun bagaimana kita bermain-main dengan pikiran kita saat ini untuk mencapai hal-hal yang kita ingin capai. Sukses untuk anda!

No comments: