Sore tadi saya diundang untuk menghadiri Talkshow yang diadakan oleh Trijaya Fm di Hotel Horison Semarang. Awalnya saya ragu karena topiknya saya 'ga mudheng', mengenai Jamsostek untuk Tenaga Kerja di luar hubungan kerja. Namun seru juga setelah diikuti, terlebih ada teman diskusi yang menarik, ada pak Hianoto yang sangat rajin menulis di blog, dan pak Bambang Nugroho.
Hal yang mengejutkan bagi saya, tersebut data bahwa di Pasar Johar Semarang ternyata ada 1800 tenaga bongkar muat.. gileee.... banyak banget. Itu baru di satu pasar lo! Padahal yang namuan 'kuli' bongkar muat ini, bisa kita pastikan penghasilannya kurang dari UMR. Boro-boro mikir soal jaminan kesehatan, untuk makan saja mungkin mereka kesulitan. Belum lagi tingkat pendidikan yang rendah membuat mereka belum punya wacana tentang menabung, asuransi, atau mikir hari tua mau seperti apa. Andai saja mereka menjadi karyawan dengan suatu ikatan kerja yang pasti, ehm rasanya lebih enak, karena perusahaan pastilah akan mengikutkan mereka ke Jamsostek sehingga ada perlindungan. Tapi bagi mreka yang tidak punya hubungan kerja alias kerja sendiri, misalnya saja buruh di pasar, pedagang kaki lima, pengamen, dan sebagainya.
Dan ternyata saat ini Jamsostek mengeluarkan program baru bagi mereka yang tidak bekerja dalam suatu hubungan kerja. Murah banget lo preminya, cuman 7800 rupiah, dengan jaminan setara penghasilan UMR 600.000 rupiah. Memang itu setara dengan sebungkus rokok ya.
Cuman sekarang masalahnya, bagaimana merubah pola pikir rekan-rekan kita ini agar mereka sadar bahwa proteksi adalah hal yang penting. Kuncinya adalah kampanye program ini secara kontinu. Apakah hanya menjadi tugas dari Jamsostek? Pastilah tidak!! Menurut saya, ini menjadi tanggung jawab sosial bersama sebagai satu saudara di negeri tercinta ini.
InSpirational Sites
Monday, October 1, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment